• gambar
  • gambar
  • Gambar atas
  • Gambar atas
  • Baner atas

Selamat Datang di Website SMP KATOLIK ADISUCIPTO. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMP KATOLIK ADISUCIPTO PENFUI

NPSN : 50305002

Jl. Adisucipto Penfui, Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur


info@smpkatolikadisucipto.sch.id

TLP : 0380-8800853


          

Banner

Agenda

20 October 2021
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Statistik


Total Hits : 291577
Pengunjung : 139624
Hari ini : 16
Hits hari ini : 138
Member Online : 441
IP : 3.236.232.99
Proxy : -
Browser : Opera Mini

 

 SELAYANG PANDANG KEPALA SEKOLAH

 

  GURU, ORANG TUA DAN SISWA: TIGA TOKOH KUNCI DALAM PENDIDIKAN .

MASIH RELEVANKAH?

 

                Berbicara tentang pendidikan tidak bisa terlepas dari ketiga komponen ini: guru, orang tua dan siswa. Namun pertanyaan kritis disampaikan di sini: apakah ketiganya memang memiliki kedudukan dan tanggung jawab yang sama dalam pelaksanaan roda pendidikan? Apakah ketiadaan salah satu komponen serta merta membuat pendidikan tidak bisa berjalan dengan baik?

            Butir-butir pertanyaan di atas tentu memantik aneka ragam jawaban dari kita. Tetapi secara pribadi saya berasumsi bahwa tokoh kunci dalam pendidikan adalah seorang guru. Sebagai seorang kepala sekolah yang menangani sebuah lembaga pendidikan, asumsi saya ini sesungguhnya bersifat aposteriori. Dengan kata lain: hemat saya: kehadiran guru menjadi kompas yang bisa mengarahkan anak-anak untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Kehadiran seorang guru dengan butir-butir tugas yang melekat dalam panggilannya sangat menentukan kualitas pendidikan. Mengapa demikian?

           Guru adalah pendidik, demikian kata banyak orang. Sebagai pendidik, ia bertugas untuk menggembleng, mengarahkan, mengasuh, mengasih dan mengasa seorang peserta didik. Untuk tugas ini, seorang guru dituntut untuk memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi professional. Empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru ini menjadi point utama jawaban terhadap pertanyaan: mengapa seorang guru memiliki kedudukan yang sangat penting dalam roda pendidikan.

                Selain keempat kompetensi di atas, masih adalah point jawaban yang lain terhadap urgensitas seorang guru dalam dunia pendidikan. Tugas pengajaran seorang guru yang diawali dengan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi menjadi point yang semakin menegaskan sentralitas seorang guru dalam dunia pendidikan. Peserta didik tidak akan mencapai tujuan pembelajaran bila seorang guru tidak melakukan persiapan pembelajaran dengan baik; tidak melaksanakan pembelajaran dengan baik, metode dan model pembelajaran yang dipilih juga tidak sesuai serta guru tidak melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan baik.

                Melihat urgensitas kehadiran seorang guru dalam dunia pendidikan ini, maka hemat saya pembenahan pendidikan harus dimulai dengan pembenahan kompetensi seorang guru. Mendambakan pendidikan yang berkualitas tanpa memberdayakan guru adalah sebuah fatamorgana. Guru harus diperhatikan, guru harus dimotivasi, guru harus disejahterakan agar mereka menjadi andalan-andalan yang menggerakkan pendidikan menuju pendidikan yang berkualitas.

Nona manis di pasar Penfui

belanja sayur bunga papaya.

Mari bersama mewujudkan mimpi

Benahi guru, maju pendidikan kita

 

 

Penfui, 19 Februari 2019

Romo Yonas Kamlasi,Pr,S.Fil.MM